Friday, September 30, 2016

Main Tebak-Tebakan Yuk?

Sejak permen kiss menambahkan kata-kata gaul, yang sekarang gue sebut kata alay, di bungkus permennya. Permen merk lain pun ikut-ikutan menambahkan kata-kata gaul versinya sendiri, seperti di bungkus permen fox yang menambahkan kata mutiara dari orang-orang plus di tambah dengan foto pengirim kata mutiaranya. Nah, permen relaxa yang wanginya enak juga gak kalah, bungkus permennya ditambahkan pula dengan kata-kata yang,,, supeeeeer alay. Ciyuuus, miapah? Duh pusing pala barbie x_x. Sejauh ini, menurut gue kata-kata di bungkus permen relaxa adalah yang paling alaaay tapi, tau deh. Gue bukan orang yang demen beli permen dengan berbagai merk :p. Yang jelas kemarin bapak beli permen merk kopi espresso dan di bungkus permennya terdapat kata-kata yang berupa tebak-tebakan jayus. Maka dengan kerendahan hati, gue rela mengetik tebak-tebakan yang ada di bungkus permen Espresso, sekedar  buat dokumentasi :p gue baik banget ya? Hahaha =D

Kenapa olahragawan biasanya pake ikat kepala?
-kalau ikat di kaki gak bisa gerak broo,,

Jam apa yang bisa bernyanyi?
-JAMila lagi konser

Ayam apa ang susah dicari?
-AYAMat rumah gak jelas

Kucing apa yang bisa berkokok?
-kucing aneh

Bahasa Koreanya lebaran telah tiba?
-Sung Kem Dong

Orang apa yang mandi 20 kali sehari?
-orang kurang kerjaan kalee,,

Lem apa yang terbuat dari kayu?
-LEM-ari

Buah apa yang harus diwaspadai?
-BUAHya darat

Pesawat apa yang gak bisa terbang?
-pesawat telepon

Bunga apa yang bikin kebakaran?
-bunga api

Ayam apa yang kepalanya besar?
-ayam pake helm

Lem apa yang bisa bikin gendut?
-LEM-ak

Kenapa orang jarang tatto gambar motor?
-takut di begal

Kopi apa yang bisa bikin patah hati?
-kopikir aku pacarmu? Sorry la yaw

Apa yang lebih berat dari 5 pesawat terbang?
-10 pesawat terbang,, hehehehe

Ban apa yang paling berat di dunia?
-BANtuin dorong truk tronton

Nenek-nenek naik motor, kelihatan apanya?
-keliatan tua, namanya juga nenek-nenek

Kebo apa yang harus ditambal?
-KEBOcoran

Bunga apa yang bisa ngomong?
-bunga desa lagi ngerumpi

Ban apa yang disukai banyak orang?
-BANtuan duit sekoper

Apa bahasa Jepang kocak, “orang ga punya rambut”?
-takada rambute

Es apa yang paling ngerti perasaan lo?
-ya permen Es-presso donk,,

Kera apa yang bisa bikin flu?
-KERA-mas malam-malam

Batu hitam masuk ke air merah jadi apa?
-jadi basah

Jalan apa yang ga pernah sampe tujuan?
-jalan di tempat

Sakit apa yang gak perlu ke dokter?
-sakitnya tuh di sini,,


#note postingan ini gue buat tahun 2015, cuma gue baru inget kalau gue pernah membuat postingan kaya gini. Hihihi gak penting ya? Iya gue tahu ko, lagian kapan iilajah pernah membuat postingan yang penting? hahaha Udah ah bye,,

Thursday, September 29, 2016

Musik Favorit

Ekhem iilajah ngomongin musik favorit? Hahah sudah seperti ngisi biodata di kertas loose leaf zaman gue esempe hihi. Gue tahu sih postingan ini mungkin gak penting banget buat kamu lagipula selera musik orang lain kan beda-beda ya tapi, gue pikir postingan ini bisa menjadi bukti cinta gue sama mereka. Seperti tahun kemarin, karena lagi suka-sukanya sama Bigbang gue sampai membuat daftar lagu terfavorit Bigbang versi gue. Bukti kecintaan gue ko cemen begini ya? hahaha


Jauh sebelum mengenal Bigbang, gue sudah mempunyai idola sendiri kalau dalam bidang musik. Lagu mereka setia menemani gue saat lagi galau, risau dan bahagia. Sebenarnya banyak lagu dari para musisi indonesia yang gue suka hanya tidak sampai satu album. Paling satu atau dua lagu yang gue suka tapi, mereka yang gue sebut disini berhasil memikat gue untuk mendengarkan lagu di album-album mereka.

1. Sheila On Seven
Pertama kali gue tahu lagu Sheila on7 ketika masih remaja tahun 2003-2004. Saat itu di salah satu stasiun televisi swasta menayangkan filmnya Nirina Zubir yang judulnya 30 Hari Mencari Cinta. Salah satu ost nya adalah lagunya Sheila on7 yang berjudul ‘Melompat Lebih Tinggi’. Gue suka lagunya, enerjik dan sekali dengar langsung jatuh cinta, sampai-sampai di sekolah gue menyanyikan lagunya saat pelajaran berlangsung. Konyolnya, gue pernah menyanyikan lagu anak “Bintang Kejora’’ dengan memakai lirik lagu ‘Melompat lebih tinggi’ dan gue malu soalnya teman laki gue di sekolah ngedenger terus ketawa pfff.


Sampai sekarang gue suka lagu-lagunya dan masih sering gue play terutama lagu Sheila on7 yang udah populer. Jeleknya lagu Sheila on7 itu selalu bikin gue baper apalagi kalau mendengar lagu ‘Sahabat Sejati’ dan ‘Sebuah Kisah Klasik’. Udah deh, bawaannya kangen sama temen-temen gue zaman sekolah. Duh, gimana kabarnya ya?



2.  Afgan
Gue mulai suka dia ketika tahun 2005-2006, saat Afgan baru debut dengan lagunya yang ‘Terima Kasih Cinta’. Selanjutnya gue juga suka lagunya yang ‘Entah’ dan lagunya yang populer pisan ‘Sadis’. Yang bikin gue makin jatuh cinta dengan Afgan adalah dia berkacamata dan punya lesung pipit. Duh manisnya.   Dan tentu saja suaranya yang romantis banget. Kalau kata orang sunda mah ‘halimpu’ bikin tenang mendengarnya. Jeleknya lagu Afgan, membuat gue harus mendengarnya dengan seksama kalau meleng sedikit gue gak tahu dia lagi ngomong apa habisnya dia menyanyi tapi, seperti orang yang lagi berkumur. Apalagi di lagunya yang terbaru, duh itu butuh konsentrasi yang tinggi buat tahu liriknya zzzz


Karena Afgan, gue pernah memperhatikan teman sekelas gue karena dia mirip sama Afgan tapi, temen gue bilang dia gak mirip dan sekarang gue sadar kalau dia memang gak ada mirip-miripnya. Apalagi sekarang Afgan makin ganteng ya? Hahah =D Oh iya, gue dapet kabar bulan Agustus ini, kalau ada rumor Afgan itu,, gay!! ANJAAAAY. TIDAAAAAK! Ah mudah-mudahan hanya rumor saja :|


3.  Mocca
Baru setahun gue suka Mocca, soalnya  baru di tahun 2015 gue baru tahu ada band namanya Mocca. Hihi telat banget. Itu juga gak sengaja, saat itu gue lagi maen youtube dan nyasar ke lagunya Mocca yang ‘Remember’ duh langsung suka. Lagunya bernada ceria, bikin happy seketika! Apalagi kalau ngedengerin lagunya Mocca yang ‘Happy’. Buat kamu yang risau, galau, dengerin aja lagunya ‘Happy’ dijamin ikut Happy. :D Semua lagunya Mocca asik didengerin, suaranya vokalisnya juga enak banget. Oh iya, gue juga baru tahu loh kalau mocca udah bikin konser di Korea Selatan.Bahkan lagunya juga dijadikan ost sebuah drama korea. Keren. Pokoknya semua lagunya Mocca gue suka soalnya benar-benar easy listening.


Udah deh cuma tiga doank, gak banyak-banyak gue mah.


Emmm,, boleh jujur gak siih? dulu ketika gue SD, gue pernah suka banget sama lagu dari band asal malaysia, Exist, Stings dan teman-temannya. Ketika gue SMA, gue pernah suka sama lagunya kangen band, st 12, ppfff tapi, sekarang gue geli mendengar lagu ala melayu, kurang nendang soalnya hanya mendayu-dayu kalau kata orang sunda mah, nyanyinya di aeu, aeu doang duh. Apalagi liriknya alakadarnya dan musiknya gitu-gitu aja, gak ada kejutan,  tapi, kalau denger lagu ala melayu ya tetep aja sih ngikutin kaya terhipnotis. Hahah dicaci tapi, didengerin. Hihi


Ku ku ku tak menduga
Kau kau kau dah berubah
Dalam diam kau menolak cintaku

Aku sedar siapalah diri ini. Bagaikan pipit disisimu
Dan kau merak khayangan. Ku tak disenangi
Kusapu air mata. Tanda perpisahan


Ada yang inget lagu ini? woahahaha
Udah ah, bye bye.

Sunday, September 25, 2016

[Pengalaman Ngekost:1] Saya Menjadi Lebih Kuat!!

Pertama kali ngekost saat saya mulai sekolah di SMA yang ada di Sumedang. Saya asli Subang jadi mau gak mau saya harus ngekost. Setelah itu, pengalaman ngekost saya berlanjut. Total saya pernah 3 kali menempati tempat kost yang berbeda.  Selama ngekost banyak hal yang saya alami. Pengalaman yang tidak akan saya rasakan kalau saya tidak pernah ngekost. Ada yang bahagia tapi, tak sedikit yang menyakiti hati saya. Duh perih.


Kostan pertama
Seperti yang saya jelaskan di prolog kalau pertama kali saya ngekost itu ketika memasuki masa SMA. Sebelum ijazah SMP saya terima, saya udah cuz ke tempat kost di Sumedang tepatnya di Kojengkang. Kostan pertama yang saya tempati adalah kostan khusus puteri dimana gak boleh ada lelaki yang memasuki area kostan apalagi masuk ke kamar. Duh, itu dilarang banget deh! meskipun adaaa aja yang melanggar. Ups! Bukan saya ko, saat itu saya masih polos dan sangat taat aturan! Apalagi yang punya kostan adalah bapak dan ibu guru di sekolah, jadi gak berani deh buat macem-macem.


Kalau inget pertama kali ngekost, jujur aja saya malu kalau ngingetnya. Soalnya tiga hari pertama ngekost, saya nangis terus dan menghubungi  mamah kalau saya gak betah. Sampai-sampai ibu kostan ikut turut campur buat ‘ngupahan’ atau membujuk saya. Ibu kostan sampai minjemin tv radionya ke saya meskipun gak saya nyalain karena malu. Woahaha.  Bahkan untuk menghibur saya, ibu kostan pernah cerita begini,
Dulu waktu kuliah, ibu tinggal di asrama. Beberapa kali ibu kehilangan celana dalam karena hal itu ibu pun memberi tulisan ‘nama ibu’ di semua celana dalam ibu. Jadi kalau ibu menjemur celana dalam, orang lain akan tahu kalau itu celana dalam ibu. Oh, ini celana dalam si ‘,,,’
Saya yang lagi sedih pun terpaksa harus nyengir. Gak kebayang deh. Ibu kostan saya memang suka bercanda dan baik banget. Dibandingkan dengan ibu kostan yang lain, beliau peduli dengan anak kostan. Sudah seperti ibu sendiri walaupun tetap canggung itu ada.


Kostan saya yang pertama termasuk kostan yang nyaman karena bersih, ada kamar mandi di dalam, kasur plus ranjang, meja belajar, bahkan menyediakan makan untuk 3 kali sehari dan lauk pauknya terjamin bukan cuma ceplok telor atau nasi goreng doank. Harganya termasuk murah banget kalau dibandingkan dengan harga kostan zaman sekarang (-,-yaiyalaaaah. Hahah). Cukup membayar 50 ribu untuk lauk, beras 10 kg dan 100 ribu untuk kamar. Kalau ingin lebih hemat, bisa sekamar berdua jadi uang untuk kamarnya dibagi dua. Murah banget kan?


Sekalipun kostannya nyaman tapi, tidak menyurutkan saya untuk tidak terkena masalah. Biasalah manusia, ada aja masalah!! Saya sekamar dengan Novi yang juga orang Subang. Novi berbeda karakter dengan saya. Saya introvert dan dia ekstrovert. Awalnya sih nyaman-nyaman saja, dia lebih banyak bercerita dan saya yang mendengarkan. Hingga satu hari, saya haid dan hanya duduk saja di kasur, tidak bergabung dengan yang lain. Kemudian ketika siang hari, tidak sengaja saya mendengar Novi berbicara dengan anak bungsu ibu kostan. Well, saya sendiri gak pernah bisa dekat dengan anak ibu kostan karena gak cocok. Berbeda dengan Novi, mereka berdua akrab. Novi bicara seperti ini ke dia,
”De, lihat deh, ada noda di kasur, kemungkinan si iilajah darah haidnya tembus ke kasur. Soalnya dia lagi haid dan duduk terus disitu”.
Saya masuk ke kamar dan mereka bersikap biasa saja seperti tidak terlihat sudah membicarakan saya. Hanya saya lihat anak ibu kostan ekpresinya berbeda. Saya yang tidak dekat dengan dia semakin tidak dekat. Alangkah baiknya jika saat kejadian itu terjadi Novi bertanya kepada saya,
“apa itu tembus dari haid kamu?”
Karena faktanya meskipun saat itu saya haid, darah haid saya gak tembus dan saya lihat di beberapa bagian kasur itu ada banyak noda yang serupa tapi, ya sudahlah.


Sejak saat itu, saya yang awalnya bersikap biasa dan mau bergabung dengan anak-anak kostan mulai menghindar. Saya memilih untuk menyendiri karena saya pikir mereka gak suka sama saya. Didepan bersikap baik tapi, dibelakang ngomongin. Nyebelin. Saya paling gak suka dengan orang yang doyan membicarakan orang lain dibelakang apalagi yang dibicarakan adalah keburukannya dan tidak bertanya terlebih dahulu. Malas saya berhubungan dengan orang yang seperti itu. Bermuka dua. Oleh karena itu, saya menjadi lebih suka menyendiri dan anak-anak kostan pun semakin menjauhi saya. Hubungan saya dengan Novi pun semakin jauh, meskipun sekamar kita sudah tidak saling berkomunikasi. Bahkan Novi sudah tidak mau tidur bareng sama saya lagi.


Sehingga kalau ada satu hal yang terjadi, saya yang kena. Misalnya ketika Novi mencium bau makanan di baju yang dijemurnya, Novi mengeluh kalau bajunya terciuma bau makanan dan dia gak tahu siapa yang melakukannya. Atau ketika Novi bersungut-sungut kalau sikat bajunya berada di lantai kamar mandi dan dia mengira kalau ada yang memakai tapi, tidak menyimpan ke tempat asalnya. Saya yang jelas-jelas selalu berada di kamar menyadari kalau sebenarnya Novi mengira kalau saya yang melakukannya. Padahal tidak, saya tidak sepicik itu. Meskipun saya tidak suka dengan orang lain, saya tidak akan pernah berbuat seperti itu, yang saya lakukan  adalah menjauhi dan menyendiri tapi, hey siapa yang tahu sih? Sampai akhirnya Novi pindah kamar dan saya satu kamar sendirian.


Hingga saya kelas dua SMA, saya masih sendirian di kamar kost dan saya nyaman. Saya sudah tidak mau bersosialisasi dengan anak-anak kostan. Saya lebih banyak menghabiskan waktu sendiran di kamar. Menutup diri dari dunia karena saya pikir saya gak punya tempat disana, tidak ada yang suka dengan saya. Sampai ada seorang penghuni kostan baru yang menempati kamar disamping saya.


Satu malam ketika saya akan tidur, ada yang melemparkan kertas berisi pasir ke dalam kamar saya. Kertas itu berisi tulisan dengan spidol warna merah yang isinya menakut-nakuti saya tapi, saya sendiri gak takut karena saya tahu siapa pelakunya, penghuni kamar sebelah. Saya marah iya, kesal bercampur konyol sekali. Mereka kekanakan. Mereka pikir saya akan pindah kostan setelah ditakut-takuti seperti itu? ah, maaf saya tidak sepengecut itu, saya malah menunjukkan kalau saya kuat dan saya bisa ko sendirian tanpa harus mengenal anak-anak kostan. Toh di sekolah, saya masih punya teman yang mau menemani.


Masa-masa di kelas dua SMA saya menyenangkan karena saya mempunyai teman yang mau menerima saya apa adanya. Meskipun ada satu anak kost yang sekelas dan dia bilang kalau saya adalah MF, musuh forever. Saya tidak mengerti kenapa saya disebut musuh padahal saya tidak pernah menganggu dia. Di kostan pun saya lebih banyak mengurung diri di kamar. Ketika saya tanyakan ke teman saya, dia bilang mungkin karena saya selalu mendapatkan peringkat 1 dan dia peringkat 2 tapi, wajarkah jika hanya karena hal itu saya disebut musuh? Wallahualam.


Beranjak ke kelas tiga SMA, saya dan teman di sekolah semakin akrab satu sama lain sedangkan di kostan, suasana masih dingin. Hingga, ibu kost bertanya kepada saya,
“teh iilajah, mau gak kalau sekamar dengan teh ayu, kalau bersedia, teh ayu akan pindah ke kamar teh iilajah. Karena ibu pikir karakter teh iilajah dan teh ayu mirip jadi kemungkinan cocok”.
Gue jawab iya. Kalau nolak gak enak lagipula saya ingin meringankan orang tua saya dalam membayar uang kostan. Sejak saat itu, saya sekamar dengan Ayu. Karakter ayu dan saya mirip, sama-sama introvert walaupun lebih introvert saya. Ayu mungkin tipe ambivert? Perlahan hubungan saya dan Ayu menjadi lebih dekat. Terkadang sebelum tidur Ayu suka cerita tentang kehidupannya, begitupun dengan saya. Saya yang awalnya anti banget curhat dengan orang lain mulai terbuka. Bahkan Ayu adalah orang pertama dan satu-satunya yang mengetahui kalau ada seseorang yang saya sukai dari kelas satu. Hubungan saya dan Ayu pernah mengalami naik turun. Adakalanya mood kita berdua sedang tidak baik jadi sama-sama saling tidak bicara tapi, tak lama setelah itu kita berdua kembali saling berbicara. Hubungan saya dan Ayu mungkin tidak seperti orang lain yang berteman, yang bisa saling tertawa terbahak-bahak tapi, saya sendiri menyukai hubungan pertemanan yang tenang karena saya selalu terjebak dengan hubungan yang penuh tawa dan bebas bercanda seperti itu. Saya tidak bisa mengontrol emosi ketika diajak bercanda berlebihan. Saya tidak suka berbasa-basi dan membicarakan hal yang tidak penting. Saya sekamar dengan Ayu hingga lulus SMA dan kembali ke tempat asal masing-masing. Sampai sekarang kita masih berhubungan dengan baik walaupun sudah jarang sekali berkomunikasi tapi, kalau kebetulan sedang online bareng di facebook, kita berdua saling sapa.


Pengalaman ngekost pertama saya mungkin tidak menyenangkan karena saya lebih banyak menyendiri dan baru bisa merasakan mempunyai teman kost setelah kelas tiga tapi, dari sana saya belajar bagaimana rasanya hidup sendirian. Menyelesaikan masalah sendirian tanpa bergantung dengan orang lain. Saya menjadi lebih kuat dan berani meskipun adakalanya saya menangis. Na hirup teh kukieu-kieu teuing! Sejak saat itu pula saya memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan orang lain, apalagi jika orangnya riweuh, ember dan bermuka dua. Jauh lebih berhati-hati saja,,,,


Oh iya, satu hal yang tidak saya sukai selama ngekost disana adalah tidak adanya privasi karena ketika kamar kost saya tinggal, bapak/ibu kost suka masuk kamar tanpa bilang-bilang. Jadi kalau kamar kita kotor atau ada sesuatu yang bersifat 'privacy', ya mereka tahu dan saya tidak suka ketika tempat pribadi saya dimasuki orang lain tanpa permisi meskipun dia adalah yang punya kostan. Eh ko jadi menggunakan saya? Apakah karena faktor u? Zzzzzzz maaf khilaf.


Udah ah bye.

Saturday, September 24, 2016

Lagi Kesel

Hari ini gue lagi kesel, kesel dan keseeeeel. Kesel sama orang yang ngotot dan sama diri gue sendiri yang gak bisa tegas sama orang. Ketika orang lain berbuat salah terus ngasih muka melas dan senyum dikit, hati gue jadi gak tega buat marah. Hih sebel, kenapa sih gue gak bisa lebih tegas sama orang? Rasanya ko sulit buat gue untuk mengungkapkan apa yang ada di otak gue dan sekalinya gue ngomong malah gak dianggap. Heran.


Mereka tuh nganggap gue patung apa? yang suaranya aja dianggap kaya kentut. Didengar hanya sambil lalu. Emosi tapi, gue gak tega marahin mereka. Hanya bisa ngedumel di hati sambil mengutuk mereka mati dengan bibir mengkerut. Huh. Susahnya jadi orang yang perasa dan lebih mementingkan perasaan orang lain dulu dibandingkan hati gue sendiri. Bikin gue yang jadi terkena masalah dan gondok sendiri. Aaggrrrhhh gue muak sama hati gue yang lemah.


Lihat orang senyum sama gue aja pertahanan hati gue jadi rontok padahal sudah diancang-ancang gue bakal ngomong kaya gini kalau ketemu orang model begini tapi, susaaaah!! Dan endingnya, mata pedih, mulut pegel pengen memaki, hati jadi dongkol, geregetan terus pengen cipok G-dragon,,,,ZZZzzzzz tuh kan bahaya banget! Aaaaagghhhrrr pokoknya sebel-sebel-sebel!! Tuh kan sebelnya aja pake triplets segala. Jadi kangen song triplet’s deh! tuh kan tuh kan,,,dampak yang paling terasa kalau sudah seperti ini, pikiran gue jadi ngawur dan pengen curhat di blog.


Eh modem huawei nyebelin ya, susah banget nangkep sinyalnya!! No service mulu. Ini modem gue yang udah jelek atau semua modem huawei masalahnya seperti ini sih? bete, kesel, emosi jiwa!!! Postingannya gak penting ya? Iya gue tahu koq kalau postingannya gak penting banget dan gue cuma mau bilang kasihaaaan deh lo udah baca postingan yang gak jelas, woahahaha.
Aaaaggrrrrrhh kesel, ada yang bersedia jadi relawan untuk gue tabok? huft udah ah bye

Friday, September 16, 2016

Hanya Mengungkapkan Perasaan




Gue ini termasuk gampangan, gampang suka sama orang tapi, sekalinya gue suka sama satu orang, gue akan menyimpan perasaan itu hingga bertahun-tahun. Inget ya ini suka, bukan sayang ataupun cinta. Dalam satu waktu, gue mungkin bisa suka dengan dua orang atau lebih.  Sama si A, gue suka ininya, terus sama si B gue kepincut sama itunya. Labil banget gak sih gue? Lumayan miriplah dengan rasa suka sama para aktor drama korea. Melihat Jo In Sung yang penampilannya keren, langsung ngefans. Lihat Song Joong Ki yang imutnya kebangetan, langsung bilang suka. Kemudian saat melihat senyum mematikannya Lee Jin Wook, hati gue berdebar. ya, begitulah gampangannya gue tapi, meskipun mudahnya gue suka dengan orang lain tetap akan ada satu yang menonjol diantara mereka. Dia yang membuat gue suka sekaligus menggetarkan hati dan mampu membuat gue tertunduk malu jika melihatnya.


Bulan Oktober tahun 2009. Well, ini cerita zaman gue kuliah. Seperti pada umumnya mahasiswa baru yang mengikuti ospek sebelum mengikuti perkuliahan, dengan males gue pun mengikuti ospek. Buat gue ospek itu gak ada gunanya, cuma kenalan, main game yang membosankan. Sama sekali tidak membuat gue tertarik. Saat itu gue satu kelompok dengan enam orang, 3 lelaki, 3 cewek. Nama kelompoknya Wr. Supratman. Sekian hari gue menjalani ospek, ada satu lelaki kelompok gue, yang menarik perhatian. Duilah. Tinggi dan rambutnya berponi ala emo gitu deh. hahaha tingginya diatas rata-rata lelaki angkatan gue, jadi jelas menarik perhatian. Gue mulai suka sama dia sesaat setelah main game sedotan. Istilahnya, sedotan membawa rasa. Hahah.


Permainannya simple yaitu memindahkan karet gelang dengan menggunakan sedotan dan sedotannya diemut (?) oleh mulut. Kebetulan dia berdiri dibelakang gue, jadi gue harus memindahkan karet gelang ke sedotan dia. Saat memindahkan karet gelang itu muka dia deket banget sama gue. Kejadian itu berhasil membuat jantung gue berdebar kencang dan tersipu malu. Ah betapa mudahnya kamu untuk disukai, hanya karena sedotan. Sejak saat itu, perasaan gue berubah. Dia membuat gue salah tingkah dan gak berani melihat muka dia secara langsung. Hanya, pada akhirnya gue harus menelan kekecewaan karena gue beda jurusan sama dia. Setelah beres ospek, gue jarang banget ketemu dia. Paling saat tak sengaja berpapasan, itu juga gak say hai. Seperti orang yang tidak pernah saling kenal dan kalau melihat dari kejauhan,  ya gue cuma bisa anteng aja lihat dia dengan wajah datar walaupun dalam hati gue pengen banget nanya, hay apa kabar?


Seiring berjalannya waktu, perasaan yang baru tumbuh itu perlahan memudar dengan jarangnya gue ketemu sama dia. Oleh karena itu, bulan kedua di tahun 2010, gue menjalani hubungan dengan orang lain sebut saja si boy. Satu tahun berlalu, gue masih menjalani hubungan dengan boy walaupun harus terseok-seok karena seringnya putus nyambung. Hal itu pula yang mendorong gue membuat akun facebook palsu untuk menstalking si boy.


Namanya juga akun palsu, temannya sedikit karena yang gue add hanya orang-orang tertentu yang ingin gue kepoin tanpa mereka sadari. Salah satu orang yang gue kepoin itu dia. Sebenarnya, gue udah tahu dari dulu akun facebook dia, cuma gak berani add dia dengan akun facebook gue yang asli. Kalau mau tahu kabar dia ya paling searching nama dia terus kepoin deh. Lama-kelamaan gue lelah kalau harus terus mengetik nama dia ketika lagi stalking. Untuk itulah gue add dia karena jauh di lubuk hati gue, gue ingin kenal dia cuma gue gak tahu harus bagaimana.


Hingga satu hari di tahun 2011, gue mengirim emoticon senyum ke facebook dia dan dia membalas. Lanjut deh berbalas chat walaupun sedikit miris karena gue harus banyak bohong sama dia. Gue bilang kalau asli jakarta, kerja di carrefour dan sebagainya. Paling yang jujur itu, saat gue bilang ngekost di bandung dan nama akun facebook karena gue menggunakan nama gue waktu kecil, jadi gak salah-salah banget kan? Woahaha. Setelah chat bareng dia, gue ngerasa kalau dia asik diajak ngobrol, gak sombong, bisa diajak bercanda tapi, lumayan sering ngajak ketemuan. Tentu saja gue gak mau, jadi gue ngeles kanan kiri biar gak diajak ketemuan.  Hingga tahun 2012, gue masih chat sama dia dan pada akhirnya gak pernah saling sapa lagi. Gak tahu kenapa rasanya malas saja buat nyapa karena gue pikir hal ini gak ada gunanya. Gue udah capek bohong. Hanya untuk bisa mengenal dan ngobrol sama dia saja, gue harus banyak bohong. Miris.


Selama chat sama dia, kadang gue ngerasa lucu. Gue online di perpus dan dia bilangnya di kantin. Dia gak tahu kalau yang chat sama dia berada dalam satu kawasan dengan dia. Duh, kalau itu gue, mungkin gue akan ngerasa dibodohi. Ah maaf tapi, gue gak tahu harus bagaimana untuk mengenal dia. Untuk menatapnya saja gue gak sanggap apalagi untuk menyapa, bisa-bisa gue langsung terkena serangan jantung. Hahaha lagian gue gak percaya diri. Apalah atuh gue mah hanya seorang wanita yang mempunyai penampilan gak enak dilihat ditambah gue gak banyak ngomong. Apa yang bisa dibanggakan coba, jadi cukuplah memuja dia dari kejauhan.


Tentang perasaan ini, gue gak bilang sama siapapun. gak ada yang tahu. Bahkan untuk menutupi perasaan gue sama dia, gue bohong sama temen, siapa lelaki yang gue sukai. Tahun 2010, gue pernah dekat dengan seorang lelaki yang sekampus sama gue, namanya Yadi. Yadi dan dia satu jurusan. Satu hari Yadi pernah nanya sama gue, siapa lelaki yang gue sukai (-,-sebelum gue jadian sama si boy) . Tadinya gue mau ngomong jujur tapi, gak berani. Gue bilang aja lagi suka sama si A dengan alasan  ‘sesuatu’.  Gue yakin kalau Yadi bilang sama si A karena setelah itu gue ngerasa A jadi ngelihat gue dengan tatapan yang misterius. Entah gue yang kegeeran tapi, feeling gue ngerasa beda aja sih. Ada sesuatu. Apalagi si A sama pacarnya ngeadd facebook gue. Padahal jarang temen sekampus yang add gue apalagi kalau gak pernah nyapa. Kebayangkan bagaimana kalau dia sampai tahu, duh malunya gak nguatin.


Tahun 2010, gue pernah denger rumor kalau dia pacaran sama temen sekelas gue dan rumor itu nyatanya benar. Nyesek gue. Saat itu gue udah punya pacar tapi, tetep ya nyesek, ngedenger dia udah punya gandengan, teman sekelas pulak. Ya nyesek aja sih dan semakin minder. Gue gak pernah punya kesempatan buat mengenal dia lebih jauh dan rasa penasaran itu akan tetep ada.


4 tahun berlalu. September 2016.
Gue udah lulus dan gak pernah sekalipun ketemu dia lagi. Hubungan dengan si boy juga udah kandas di tahun 2012 dan gue juga gak pernah chat sama dia lagi. Selanjutnya gue berpetualang, kenalan sana sini tapi, gak berhasil. Ada yang menjalin hubungan. Ada juga yang gak sampai dimiliki. Bosan menjalani. Well, hidup akan terus berjalan dan cepat atau lambat, gue dan dia akan menjalani kehidupan yang baru. Sebelum terlambat, sebelum terikat dalam sebuah ikatan dan gue gak punya kesempatan untuk jujur. Di bulan ini, gue memberanikan diri untuk jujur. Ini pertama kalinya dalam hidup gue.


15 September 2016
Satu hari sebelumnya, gue menyapa dia lagi setelah 4 tahun gak pernah say hay di pesan facebook. Dia balas dan saat itulah gue bilang yang sebenarnya kalau gue udah tahu siapa dia, cuma gue gak punya keberanian untuk bilang. Dia penasaran banget. Nanya siapa, inisial, tempat tinggal tapi, gue gak berani bilang soalnya gue malu. Hanya, gue pikir ini kesempatan terakhir. Bisa saja satu bulan ke depan dia bakal menikah dan perasaan gue bakal terkubur selamanya. Gue gak mau hal itu terjadi. Gue akhirnya bilang ke dia kalau dulu gue pernah suka sama dia dan yang gue lakuin cuma melihat dia dari kejauhan. Gue gak tahu bagaimana cara untuk mengenal dia selain menyapa di akun facebook palsu. Apalagi gue ngerasa kalau gue gak pantes. Gue juga bilang kalau kita sekampus walau beda jurusan dan tentu saja gue ngasih tahu inisial nama gue. Entah dia inget sama gue atau gak tapi, yang jelas gue lega, ngemplong banget. Setelah itu, gue bilang kalau gue gak akan ngechat dia lagi. Gue malu kalau seandainya dia tahu kalau itu gue. Apalagi kalau suatu saat nanti ketemu, gue gak akan bisa menghadapi dia lagi.


Gue jujur tentang perasaan gue ke dia bukan untuk tahu bagaimana perasaan dia ke gue walaupun tetap ya penasaran tapi, gue yakin dia gak punya perasaan apapun ke gue. Gue juga gak berharap untuk memiliki dia. Itu keinginan yang terlalu muluk untuk wanita seperti gue. Gue cuma ingin dia tahu bahwa dulu dia pernah menjadi orang yang gue kagumi diam-diam.  Pernah menjadi orang yang membuat senyum-senyum sendiri dan tersipu malu. Sesederhana itu. Mengungkapkan perasaan belum tentu ingin memiliki bukan? Toh gue gak nanya, mau jadi pacar gue gak? Hahahaha


Lagunya Sheila On 7 kayanya cocok ya buat gue.

Sheila On 7-Pemuja Rahasia

Ku awali hariku dengan mendoakanmu agar kau selalu sehat dan bahagia disana
Sebelum kau melupakanku lebih jauh. Sebelum kau meninggalkanku lebih jauh
Ku tak pernah berharap kau kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Ku hanya ingin bila kau melihatku  kapanpun,  dimanapun hatimu kan berkata seperti ini
Pria inilah yang jatuh hati padamu. Pria inilah yang kan selalu memujamu
Begitu para rapper coba menghiburku

Akulah orang yang selalu menaruh bunga dan menuliskan cinta diatas meja kerjamu
Akulah orang yang kan selalu mengawasimu. Menikmati indahmu dari sisi gelapku
Dan Biarkan aku jadi pemujamu. Jangan pernah hiraukan perasaan hatiku
Tenang tenanglah pujaan hatiku sayang. Aku tak sampai hati untuk menyentuhmu

Mungkin ku takkan pernah tahu betapa mudahnya kau tuk dikagumi
Mungkin ku takkan pernah sadar betapa mudahnya kau tuk dicintai
Akulah orang yang akan selalu memujamu
Akulah orang yang akan selalu mengintaimu
Akulah orang yang akan selalu memujamu
Akulah orang yang akan selalu mengintaimu

Mungkin ku takkan pernah tahu betapa mudahnya kau tuk dikagumi
Mungkin ku takkan pernah sadar betapa mudahnya kau tuk dicintai
Karena hanya dengan perasaan rinduku yang dalam padamu kupertahankan hidup. Maka hanya dengan jejak-jejak hatimu, ada artiku telusuri hidup ini
Selamanya hanya kubisa memujamu. Selamanya hanya kubisa merindukanmu


 

Sunday, September 11, 2016

Semakin Malas


Postingan ini murni curhatan, yang gak suka baca curhatan mending jangan dibaca. Serius!! Bulan Agustus kemarin gue pernah cerita tentang kesialan-kesialan  yang gue alami dan ternyata kesialan itu berubah menjadi hal yang tidak menyenangkan. Bisa disebut sial juga sih. Heran gue, koq kesialan yang menimpa gue datangnya bertubi-tubi. Ngenes, kayanya gue perlu diruwat  deh :|